Remang
Jauh..
Aku melihatmu dari sini dan hampir tak nampak. Kamu yang dulu sangat dekat sampai hati kita bisa rekat, kini kita hanya bisa berbicara dengan jarak.
Aku rindu saat kita berdua diatas motor tua, sambil menyetir aku memegang tangan kirimu, entah berapa kilometer yang terlewat selalu ku ulangi dan ku ulangi lagi. Dan sesekali aku mendengar mu membisik telingaku. Kamu tahu? Kita begitu dekat kita saat itu.
Sampai saat ini,
Aku mencintai mu sungguh!
Kamu adalah benar tujuan akhir dari banyak tempat singgah yang ku kira adalah tujuan. Kamu itu sebuah tugas akhir yang perlu dikonsultasikan dengan Tuhan.
Dulu, ketika aku menaruh harapku padamu. Banyak dari temanmu yang khawatir dengan kehadiranku di hidupmu. Mereka melihatku dari aku yang mereka tahu. Aku tidak tersinggung, aku tahu itu dan aku tidak menyalahkannya. Menurutku itu benar! Aku adalah seperti yang mereka tahu.
Sebagian manusia memiliki fase itu, aku yakin mereka juga sama. Fase dimana kita pernah menjadi orang brengsek, menyebalkan, annoying, dan banyak lagi. Fase terburuk dari kehidupan manusia. Aku tahu betul fase itu!
Dengan mengesampingkan semua itu (masa laluku) kau datang dengan mengulurkan tanganmu. "untuk orang sepertiku?"
Aku yang penuh dengan kesesalan sekali lagi ingin membuat sebuah harapan. Harapan agar kamu yang mengulurkan tanganmu bisa bahagia dengan orang sepertiku. Dan aku berharap kamu tidak menyesal membiarkanku datang di kehidupan damaimu.
Dan..
Sampai detik ini, Aku masih dengan perasaan yang sama seperti saat kita pertama bertemu, percayalah.
Jarak yang membuatmu jauh, atau memang kita berdua yang menganggap ini jauh, atau hanya aku.. entah! Sudah remang kurasa.
Yang terakhir adalah, aku mencintaimu.
Aku melihatmu dari sini dan hampir tak nampak. Kamu yang dulu sangat dekat sampai hati kita bisa rekat, kini kita hanya bisa berbicara dengan jarak.
Aku rindu saat kita berdua diatas motor tua, sambil menyetir aku memegang tangan kirimu, entah berapa kilometer yang terlewat selalu ku ulangi dan ku ulangi lagi. Dan sesekali aku mendengar mu membisik telingaku. Kamu tahu? Kita begitu dekat kita saat itu.
Sampai saat ini,
Aku mencintai mu sungguh!
Kamu adalah benar tujuan akhir dari banyak tempat singgah yang ku kira adalah tujuan. Kamu itu sebuah tugas akhir yang perlu dikonsultasikan dengan Tuhan.
Dulu, ketika aku menaruh harapku padamu. Banyak dari temanmu yang khawatir dengan kehadiranku di hidupmu. Mereka melihatku dari aku yang mereka tahu. Aku tidak tersinggung, aku tahu itu dan aku tidak menyalahkannya. Menurutku itu benar! Aku adalah seperti yang mereka tahu.
Sebagian manusia memiliki fase itu, aku yakin mereka juga sama. Fase dimana kita pernah menjadi orang brengsek, menyebalkan, annoying, dan banyak lagi. Fase terburuk dari kehidupan manusia. Aku tahu betul fase itu!
Dengan mengesampingkan semua itu (masa laluku) kau datang dengan mengulurkan tanganmu. "untuk orang sepertiku?"
Aku yang penuh dengan kesesalan sekali lagi ingin membuat sebuah harapan. Harapan agar kamu yang mengulurkan tanganmu bisa bahagia dengan orang sepertiku. Dan aku berharap kamu tidak menyesal membiarkanku datang di kehidupan damaimu.
Dan..
Sampai detik ini, Aku masih dengan perasaan yang sama seperti saat kita pertama bertemu, percayalah.
Jarak yang membuatmu jauh, atau memang kita berdua yang menganggap ini jauh, atau hanya aku.. entah! Sudah remang kurasa.
Yang terakhir adalah, aku mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar