Kau itu sungguh candu, yang tak pernah absen di ingatan. Kenangan kita bersama mungkin sebentar, tapi sampai kini rasa itu tak sedikitpun pudar. Maaf, jika kala itu aku tak bisa membawamu ke titik paling sempurna dalam rasa. Sesal yang tak pasti sedang berteman baik denganku, dia enggan pergi meski ratusan kali mulut ini maki-maki. Kadang juga dia datang saat aku sedang di puncak bahagia. Bangsat ya. Kini dalam jarak yang kita derita, mampuku hanya membuat harapan-harapan semu, yang bahkan aku tak tahu arti semua itu. Kadang kala itu terasa hambar tanpa aksi yang pasti. Tuhan memang sangat tahu sesuatu yang melemahkan hambanya. Yah, jika aku boleh berkata sangat jujur. Aku sangat merindumu. Entah parasmu, lengkung bibirmu, saat kau menangis, saat ku usap kepalamu, saat ku kecup manja bibir merahmu, yah meski yang kurasa kebanyakan rasa lipstik sih. Tapi kini kenangan sederhana itu hanya berlari-lari di ingatan, yang mungkin akan sulit untuk ku nyatakan lagi lewat aksi. Aku yang sekar...
Postingan
Tempat Asing
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Langit Merah Gedung Tua -- bagian 1 -- Matanya sedari tadi tak berkedip, sesekali melihat kearah luar dan sesekali melihat ke arah langit dibalik kaca. Nampak terik matahari sudah mulai bergeser ke arah yang semestinya. "Selamat datang soreku ditempat terasing" gumam Arya dalam sebuah mikrolet tua yang membawa raganya menuju tujuan baru. Selang 30 menit perjalan ditambah macet dan lain hal, sampailah di tempat tujuan. Kedua matanya melirik ke arah jam tangan Seiko yang dipakainya. Jam yang memang selalu dipakai di lengan kirinya semenjak dia mulai menggunakan jam tangan pada pertengahan bulan lalu. Terlihat waktu menunjukkan pukul 15.05 WIB. Dengan setelan seragam putih biru berdasi dan ransel hitam yang menempel dipunggung, bocah itu seperti mengisyaratkan dan menunjukkan bahwa dia adalah salah satu siswa menengah pertama yang baru pulang dari tempatnya bersekolah. "Keluar juga dari neraka sempit" gumam Arya saat mendaratkan kaki di depan sebuah bangu...
Remang
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jauh.. Aku melihatmu dari sini dan hampir tak nampak. Kamu yang dulu sangat dekat sampai hati kita bisa rekat, kini kita hanya bisa berbicara dengan jarak. Aku rindu saat kita berdua diatas motor tua, sambil menyetir aku memegang tangan kirimu, entah berapa kilometer yang terlewat selalu ku ulangi dan ku ulangi lagi. Dan sesekali aku mendengar mu membisik telingaku. Kamu tahu? Kita begitu dekat kita saat itu. Sampai saat ini, Aku mencintai mu sungguh! Kamu adalah benar tujuan akhir dari banyak tempat singgah yang ku kira adalah tujuan. Kamu itu sebuah tugas akhir yang perlu dikonsultasikan dengan Tuhan. Dulu, ketika aku menaruh harapku padamu. Banyak dari temanmu yang khawatir dengan kehadiranku di hidupmu. Mereka melihatku dari aku yang mereka tahu. Aku tidak tersinggung, aku tahu itu dan aku tidak menyalahkannya. Menurutku itu benar! Aku adalah seperti yang mereka tahu. Sebagian manusia memiliki fase itu, aku yakin mereka juga sama. Fase dimana kita pernah menjadi orang ...