Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tempat Asing

Gambar
Langit Merah Gedung Tua -- bagian 1 -- Matanya sedari tadi tak berkedip, sesekali melihat kearah luar dan sesekali melihat ke arah langit dibalik kaca. Nampak terik matahari sudah mulai bergeser ke arah yang semestinya. "Selamat datang soreku ditempat terasing" gumam Arya dalam sebuah mikrolet tua yang membawa raganya menuju tujuan baru. Selang 30 menit perjalan ditambah macet dan lain hal, sampailah di tempat tujuan. Kedua matanya melirik ke arah jam tangan Seiko yang dipakainya. Jam yang memang selalu dipakai di lengan kirinya semenjak dia mulai menggunakan jam tangan pada pertengahan bulan lalu. Terlihat waktu menunjukkan pukul 15.05 WIB. Dengan setelan seragam putih biru berdasi dan ransel hitam yang menempel dipunggung, bocah itu seperti mengisyaratkan dan menunjukkan bahwa dia adalah salah satu siswa menengah pertama yang baru pulang dari tempatnya bersekolah. "Keluar juga dari neraka sempit" gumam Arya saat mendaratkan kaki di depan sebuah bangu...

Remang

Jauh.. Aku melihatmu dari sini dan hampir tak nampak. Kamu yang dulu sangat dekat sampai hati kita bisa rekat, kini kita hanya bisa berbicara dengan jarak. Aku rindu saat kita berdua diatas motor tua, sambil menyetir aku memegang tangan kirimu, entah berapa kilometer yang terlewat selalu ku ulangi dan ku ulangi lagi. Dan sesekali aku mendengar mu membisik telingaku. Kamu tahu? Kita begitu dekat kita saat itu. Sampai saat ini, Aku mencintai mu sungguh! Kamu adalah benar tujuan akhir dari banyak tempat singgah yang ku kira adalah tujuan. Kamu itu sebuah tugas akhir yang perlu dikonsultasikan dengan Tuhan. Dulu, ketika aku menaruh harapku padamu. Banyak dari temanmu yang khawatir dengan kehadiranku di hidupmu. Mereka melihatku dari aku yang mereka tahu. Aku tidak tersinggung, aku tahu itu dan aku tidak menyalahkannya. Menurutku itu benar! Aku adalah seperti yang mereka tahu. Sebagian manusia memiliki fase itu, aku yakin mereka juga sama. Fase dimana kita pernah menjadi orang ...

Waktunya telah tiba!

Masih kah ada jalan untuk berdamai dengan waktu dan jarak? Tidak bisakah melambat sejenak? Tidak bisakah mendekat? Kau teramat cepat, dan jauh untukku yang ingin melambat dan mendekap. Sepertinya takdir memang mempertemukan hati dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Dan sekarang, ini adalah batasnya. Ketika ku tulis tulisan ini! Kita bertemu dengan cara yang tidak biasa. Kalau kata orang suka menyebut itu main-main. Yah memang benar, itu adalah permainan. Tapi tidak ketika ku dapatkan kontakmu. Aku lebih serius dari saat aku mengerjakan ujian matematika di ruang guru. Aku masih mengingat jelas!! Pertama kali kita bertemu. Kala itu aku ada di kelas dan kau di luar. Saat aku menyuruhmu masuk, sesekali ku perhatikan paras ayumu dan kau menolak ajakanku. Entah.. Aku sedang dalam masa pencarianku atau aku sedang jatuh pada hati yang tak ku kenal sama sekali. Yang jelas, kau terlihat sangat cantik, memikat, dan menawan. . Aku sangat ingin tahu tentangmu! Tentang semua yang ada p...

Akhirnya

- Dia yang tanpa nama eps 5 - Ada satu janji yang dibuat oleh dua bocah remaja menengah pertama, yang kala itu masih berstatus pacaran. Mereka berjanji akan bertemu kembali di suatu waktu untuk meneruskan kembali cintanya yang telah dan harus patah pada saat itu. --- Setelah pertemuan singkatnya dengan Teresa, dia dipaksa untuk berfikir jernih dengan logika dan mempertimbangkan dengan hati. Satu keadaan yang membuatnya dilema antara harus memilih serpihan kenangan masa lalu atau kenyataan saat ini yang membuatnya merasakan dan menemukan kehidupan baru. Setelah pertemuan singkat itu, dia kembali ke kost-nya dan mulai mencoba untuk befikir jernih dan mencari solusi terbaik. Alhasil, satu malam penuh dia tidak melakukan satu kegiatanpun yang menyibukkan dirinya. Hanya diam duduk termenung dikamar kost tanpa melakukan apa-apa kecuali bimbang dan dilema. Sekitar pukul 00.30 WiB.. Hampir sepuluh kali dia menghitung telepon pintarnya berdering kencang di atas meja kecil tempat dia belaj...

Sesuatu yang mengejutkan

- Dia yang tanpa nama eps 4 - Di suatu sore.. --- Dia keluar dari sebuah kost-an kecil yang bertempat di seberang sungai tidak jauh dari lokasi kampusnya. Sebuah kost sederhana dengan fasilitas yang cukup memadai untuk ukuran mahasiswa. Dia memang sengaja memilih kost dengan harga yang cukup murah, asalkan memenuhi standar yang dia tetapkan sendiri seperti: air bersih, kamar mandi, kasur, lemari, dan tempat jemuran, adalah hal terpenting yang harus ada (menurutnya), jika ada tambahan fasilitas yang lain, dia anggap sebagai bonus. Tidak harus mewah, asalkan memiliki suasana yang tenang, nyaman untuk proses belajar dan berimajinasi (pikirnya). Dengan setelan kaos polos berjaket casual dan celana hitam bersepatu, dia menaiki motor matic yang biasa membawanya berkeliling kemanapun dia mau. Kali ini, Dia berencana untuk pergi ke suatu tempat dengan seorang wanita di kampusnya. Memang beberapa hari yang lalu dia sempat membuat janji dengan salah seorang wanita cantik dikam...

Dia dan Teresa

- Dia yang tanpa nama eps 3 - Cerita ini melompat cukup jauh 9 tahun yang lalu, Dia hanyalah seorang bocah yang baru saja duduk di bangku menengah pertama. Menikmati indahnya momen ketika menjadi bocah remaja awal. Kini.. dia telah mengenal dunia dimana dia harus bertemu dengan orang-orang yang belum pernah dia temui sebelumnya. Yah cerita ini berlanjut ketika dia sudah berada di salah satu Universitas Swasta di kota Malang dan menyandang status sebagai seorang mahasiswa. --- Hari Senin sekitar pukul 14.30 wib, jam kuliah terakhir telah usai. Seperti biasa, suasana kampus dipenuhi ratusan bahkan ribuan mahasiswa yang lalu lalang untuk mencari ilmu (katanya). Dia berjalan keluar kelas bermaksut untuk pulang dan mampir ke kost temannya. Dia berjalan bersma teman-temannya melewati lorong-lorong remang yang mana lorong tersebut mengarah langsung ke tempat parkir kendaraan khusus mahasiswa. Kampus dimana dia berada adalah kampus yang memang terkenal dengan lorong-lorong seram. ...

Wanita itu

Dia yang tanpa nama eps 2 Di kantin sekolah --- Mata mereka bertemu.. Dia terdiam di atas tempat duduk yang terbuat dari besi itu. Seiring dengan waktu yang menolak untuk melanjutkan jelajahnya. Dia memerhatikan wanita remaja menengah pertama itu dengan sangat detail dan teliti. Kecantikan paras kaum hawa itu seakan membius retina matanya yang sedari tadi hampir tak berkedip. Sampai akhirnya dia tak kuasa menahan tatapan itu, dan dia memilih untuk memalingkan tatapannya tepat pada lengan wanita cantik dengan setelan putih biru, layaknya remaja remaja menengah pertama lainnya. Terlihat bet kuning yang terpasang di lengan baju putihnya, menandakan bahwa wanita cantik itu memiliki tingkatan kelas yang sama dengan dirinya, murid baru dan masuk diwaktu yang sama. Memang warna dari setiap bet menunjukkan tingkatan kelas yang ada di sekolah itu. Kuning berarti tingkat pertama, merah tingkatan kedua, dan hijau sebagai tingkatan paling akhir atau ketiga. Wanita itu masih tanpa suara ...

Kala itu hari pertama

Sebuah tulisan dari salah seorang remaja yang beranjak dewasa - Dia yang tanpa nama, eps 1 - Kala itu.. Sekitar 9 tahun yang lalu dari sekarang, seorang anak pendek dari desa seberang yang baru menginjakkan kaki di bangku sekolah menengah pertama dengan setelan culun dan cupu yang menjadi cirikhasnya. Dia bukan anak yang pintar, dia hanya suka memerhatikan orang yang ada disekitarnya, entah hobi atau memang tidak ada kerjaan, hal itu seakan menjadi rutinitas di hidupnya. --- Pagi, pukul 6.30 Bel masuk sekolah berbunyi.. --- Untuk pertama kalinya dia datang ke sekolah yang mungkin tidak jauh dari tempat nyaman dia dibesarkan, sekitar 6km dari tempat nyaman itu. Bernama SMPN 1 XXX yang bertempat di kota Malang. Hari pertama sekolah adalah hari dimana kau akan menentukan siapa teman yang kau pilih dan kau ajak berbicara. Di tengah kesendiriannya dia memutuskan untuk memilih satu dari 30 anak yang baru menginjak usia remaja di ruangan itu. Dia memutuskan untuk memulai pe...