Waktunya telah tiba!
Masih kah ada jalan untuk berdamai dengan waktu dan jarak?
Tidak bisakah melambat sejenak?
Tidak bisakah mendekat?
Kau teramat cepat, dan jauh untukku yang ingin melambat dan mendekap.
Sepertinya takdir memang mempertemukan hati dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Dan sekarang, ini adalah batasnya. Ketika ku tulis tulisan ini!
Kita bertemu dengan cara yang tidak biasa. Kalau kata orang suka menyebut itu main-main. Yah memang benar, itu adalah permainan. Tapi tidak ketika ku dapatkan kontakmu. Aku lebih serius dari saat aku mengerjakan ujian matematika di ruang guru.
Aku masih mengingat jelas!! Pertama kali kita bertemu. Kala itu aku ada di kelas dan kau di luar. Saat aku menyuruhmu masuk, sesekali ku perhatikan paras ayumu dan kau menolak ajakanku.
Entah.. Aku sedang dalam masa pencarianku atau aku sedang jatuh pada hati yang tak ku kenal sama sekali. Yang jelas, kau terlihat sangat cantik, memikat, dan menawan.
.
Aku sangat ingin tahu tentangmu! Tentang semua yang ada pada dirimu. Tentang apa yang kau suka, apa yang membuatmu bahagia, dan bahkan tentang seseorang yang menyakitimu di masa lalu.
Ingin ku gali semua tentang mu, dan menancapkan kenangan baru yang bertuliskan namaku.
Tak selang waktu lama, ku dapatkan hati yang baru saja ku kenal dari mu. Ku putuskan aku yang jadi penjaganya, agar aku bisa menepis siapapun yang ingin singgah.
Aku mendapatkan mu sekarang!!
Tapi lagi-lagi, takdir ingin menguji kita. Dia menggunakan alibi jarak dan waktu untuk mengujimu dan aku.
Memang sudah diatur. Bahwa kau dan aku dipertemukan di tahun terakhir perkuliahan. Tahun kelulusan!!! Bagi aku dan kau yang baru saja saling mendekatkan hati.
Kau selesai, dan kau harus kembali ke tempat nyamanmu. Tempat dimana kau berasal. Sebelum mengenalku. Dan sebelum menyerahkan sebagian hatimu pada orang sepertiku.
"Terlalu cepat, susah untuk mendekat..."
Hanya itu yang ada di fikiran ku saat ini. Entah kau juga sama atau tidak. Tapi aku harapkan tidak!!
Aku masih dan tetap akan berharap. Meskipun waktu dan jarak teramat kejam untuk kita.
Komentar
Posting Komentar